Uji hipotesis adalah kerangka untuk menggunakan data sampel guna memutuskan di antara dua klaim yang bersaing tentang suatu populasi:
- Hipotesis nol : klaim baku / "tidak ada yang menarik" (mis. koin adil, obat tidak berefek).
- Hipotesis alternatif : apa yang kita curigai / ingin tunjukkan.
Prosedur:
- Nyatakan dan .
- Pilih taraf signifikansi (umumnya 0,05) — peluang penolakan keliru (galat Tipe I).
- Hitung statistik uji dari data (skor z, statistik t, chi-kuadrat, rasio F).
- Hitung nilai-p — peluang di bawah untuk melihat data yang setidaknya sama ekstremnya.
- Putuskan: jika , tolak ; jika tidak, gagal menolak.
Dua jenis galat:
- Tipe I: menolak yang benar (peluang ).
- Tipe II: gagal menolak yang salah (peluang ); adalah kuasa (power).
Kebingungan umum: "gagal menolak" ≠ "menerima ". Tidak adanya bukti bukanlah bukti ketiadaan — ukuran sampel kecil dapat menyembunyikan efek nyata.
Kerangka ini mendasari uji klinis, uji A/B, kendali mutu, dan sebagian besar klaim "signifikansi statistik" yang dipublikasikan.